Minggu, 05 April 2015

Konsep Dasar Kepemimpinan


Bahkan seharusnya kita menyadari kalau konsep kepemimpinan itu diajarkan di dalam perkuliahan. Satu-satunya ilmu yang aku pahami dan terapkan adalah konsep di atas. Aku dapatkan dari mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan (SPK).

Kadang kala seorang pemimpin tidak mampu menjadi seorang yang berada pada posisi strategis. Sebuah keberuntungan jika mampu menduduki kondisi taktis, tapi apa jadinya kalo seorang pemimpin hanya bermindset teknis?

Posisi strategis ditempati oleh orang-orang yang paling menentukan terhadap sesuatu, ada atau tidaknya suatu kegiatan dan organisasi. Yang dipikirkan adalah rencana-rencana jangka panjang, tahunan bukan harian. Siap menjadi yang paling bertanggung-jawab terhadap semuanya. Berada pada puncak segitiga tegak karena yang dibutuhkan hanya sedikit orang. Tidak ada ilmu yang pasti untuk ahli di posisi ini, yang dibutuhkan hanyalah bakat dan seni.

Pada posisi taktis, kita harus mampu menerjemahkan visi seorang pembuat strategi ke dalam beberapa kegiatan (taktis) jangka pendek. Ada tujuan-tujuan kecil menuju tujuan besar.

Seorang teknisi, pada posisi teknis adalah orang yang bermain secara prosedural. Diatur oleh serangkaian urutan aktivitas, contohnya SOP (Struktural Operasional Prosedural), birokrasi, flowchart dan sebagainya. Dibutuhkan orang-orang yang mampu menyelesaikan masalah sehari-hari tanpa memperdulikan rencana jangka panjang.

Setiap dari kita mungkin berada pada salah satu posisi di atas, namun sudahkah kita memaksimalkan peran kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar