9-22 Juni 2014. Selang waktu yang digunakan untuk Open recuitment (oprec) yaitu pendaftaran
mentor baru 2014. Oprec mentor merupakan program kerja pertama BPM. Yang bertujuan untuk mencari mentor-mentor
baru yang akan bekerja dalam kegiatan mentoring 2014. Selain itu, BPM juga membuka pendaftaran ulang untuk
mentor-mentor lama yang ingin menjadi mentor kembali di tahun 2014.
Oprec mentor 2014 mendapatkan pencapaian yang luar biasa dibandingkan
dengan tahun sebelumnya. Terdapat lebih dari 120 mentor
yang mendaftar. Jumlah tersebut total dari ikhwan dan akhwat. Ada beberapa hal
yang mungkin menjadi faktor kenapa banyak calon mentor yang mendaftar. Berikut
adalah hal-hal yang dilakukan selama dibukanya pendaftaran mentor 2014 :
1. Selang waktu pendaftaran yang
lama
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pendaftaran
mentor 2014 memiliki waktu yang lama. Calon mentor memiliki kesempatan yang
lebih lama untuk memikirkan dan memantapkan hati untuk menjadi seorang mentor.
Di sisi yang lain, waktu pendaftaran yang lama dapat menjaring lebih banyak
mentor yang super sibuk yang tidak memiliki waktu untuk mendaftar.
2. Terdapat 2 cara mendaftar (online dan offline)
Dengan adanya sistem pendaftaran online dan
offline, calon mentor menjadi semakin mudah untuk mendaftar. Mereka dapat
mendaftar ketika sedang online. Mungkin ketika bermain sosial media, tiba-tiba
berkeinginan untuk mendaftar, mereka tidak perlu repot untuk mengambil formulir
di musholah. Namun, pendaftaran offline menggunakan formulir juga tidak bisa
dianggap remeh, karena memang tidak semua orang dapat mengakses internet di
antara waktu tersebut.
Evaluasi dari pendaftaran offline (formulir)
tahun 2014 adalah karena BPM fokuskan pada
pendaftaran online, pendaftaran offline seakan tidak terurus, contohnya adalah
formulir mentor yang habis namun tidak segera disediakan lagi, tidak terdapat
tempat yang jelas untuk pengumpulan formulir yang telah diisi, data dari
formulir tidak langsung segera diisikan ke komputer karena field atau isian di
online dan formulir berbeda, jadi mungkin sebelumnya harus disinkronkan
terlebih dahulu.
3. Terdapat video-video
Alhamdulillah pada kepengurusan tahun ini, BPM memiliki 3 staf muda yang bisa membuat video.
Video-video yang disebarkan selama pendaftaran mentor berupa video testimoni
dan video official oprec mentor.
Video testimoni berisi kesan dan pesan mentor selama bertugas menjadi mentor,
dan kata-kata penyemangat dari Dosen. Video official
berupa video yang berisi waktu pelaksanaan pendaftaran dan screening,
persyaratan mendaftar dan tata cara mendaftar sebagai mentor. Video tersebut
menjadi sesuatu yang wah karena
tidak biasa, sehingga calon mentor mengganggap adanya keseriusan dan
profesionalisme dari BPM yang notabene
adalah pelaksana mentoring.
4. Seringnya share desain atau foto penyemangat
Seringnya share desain-desain tentang mentoring
di jejaring sosial terbukti dapat menambah citra baik dari mentoring. Mentor
menjadi sebuah status dan pekerjaan yang keren dan bergengsi. Apalagi terdapat
desain-desain yang berisi tentang testimoni mentoring dari orang-orang yang
berpengaruh di kampus.
Selain itu, desain-desain untuk mengingatkan
waktu pendaftaran mentor juga perlu, contohnya seperti H-4, H-3 dan seterusnya,
sehingga calon mentor dapat segera mendaftar.
5. Branding mentoring yang lebih dari sebelumnya
Karena ide dari Sekretaris Direktur untuk lebih
meningkatkan branding tahun ini, jadinya BPM sering
membagikan desain-desain tentang mentoring. Hastag #YukKitaMentoring terbukti mampu menjadi ciri khas dari mentoring.
Logo BPM juga berperan dalam branding
mentor, mentoring dan BPM. BPM menjadi dilihat lebih profesional dan
berkompeten.
6. Adanya penjelasan mengenai
hak dan kewajiban mentor
Walaupun angkatan 2013 mengikuti mentoring sebelumnya, banyak dari
mereka yang belum benar-benar memahami tugas sebagai mentor dan fasilitas apa
saja yang akan didapatkan. Maka pencerdasan mengenai hak dan kewajiban mentor
di awal terbukti menjadikan mentor semakin tertarik untuk menjadi seorang
mentor.
Hal-hal di atas menjadi wajib untuk dilakukan lagi di kepengurusan
selanjutnya. Supaya mentoring dapat terus mendapatkan kader-kader terbaik untuk
menjadi mentor.
Walaupun mentoring wajib, tidak bisa dipungkiri kalau kita butuh mentor
yang berkualitas, sehingga jumlah bukanlah prioritas utama. Namun kita harus
ingat bahwa mentoring wajib, bukan hanya untuk membina adik-adik mahasiswa
baru, melainkan juga membina mentor. Maka yang harus tetap diprioritaskan
adalah kuantitas. Semakin banyak calon mentor yang mendaftar, semakin banyak
pilihan mentor-mentor yang berkualitas dan berpotensi untuk menjadi
berkualitas.
120 calon mentor bukanlah jumlah yang sebenarnya. Dari 120 tersebut
tersisa sekitar 60 mentor ikhwan yang mengikuti seleksi. Yang lainnya hanya
mendaftar namun tidak mengikuti seleksi. Ada juga yang didaftarkan sehingga
tidak mau untuk mengikuti seleksi.
23-26 Juni 2014. Screening mentor. Screening atau seleksi mentor dibagi menjadi 2 jenis
seleksi. Tes tulis dan wawancara. Tes tulis dilaksanakan dalam 1 hari,
sedangkan wawancara dilakukan selama 4 hari. Tes tulis dilaksanakan di dalam
ruangan. Sedangkan wawancara dilakukan di Masjid Ahmad Yani TMB dan Hall D4
untuk yang ikhwan, dan yang akhwat dilakukan di lapangan merah. Wawancara di
tempat terbuka menjadi sebuah keunikan tersendiri. Karena wawancara terasa
lebih menyenangkan.
Satu hal yang cukup menyusahkan ketika mengadakan sesi wawancara adalah
menjadi orang yang mau menjadi pewawancara. Mengandalkan DPP ikhwan tidak cukup,
maka aku berinisiatif untuk meminta bantuan rohis sebelah. Mentor menla dan dari BPM
rohis sebelah. Sehingga mungkin impian ku untuk menjadikan Forum Mentor menjadi
benar-benar sebuah keluarga akan sangat bermanfaat di masa depan. Ketika BPM
selanjutnya membutuhkan bantuan, ya misalkan sebagai staf ahli, screener,
pewawancara, mentor BPM tinggal memanggil mereka. Forum Mentor akan tetap
sering dilaksanakan walaupun mentoring wajib sudah lewat, itulah harapannya.
Setelah melalui kedua sesi seleksi tersebut. Data-data telah masuk ke
BPM. Yang dilakukan saat itu adalah mengoreksi jawaban dari tes tulis. Staf
ahli BPM, ketum dan DPP yang mengurusi hasil oprec mentor karena waktu itu staf
muda juga menjadi peserta screening.
Terhitung waktu yang lumayan lama antara screening dan pengumuman hasil
screening. Entah apa yang menyebabkannya lama, namun yang jelas satu masalah
yang utama adalah perbedaan cara penilaian dan kriteria mentor antara ikhwan
dan akhwat. Ada beberapa perbedaan pemikiran antara aku dan Dila, sehingga kami
harus saling menunggu hasil screening.
Setelah semua hasil telah diperoleh, waktu pengumuman telah tiba.
Tepatnya tanggal 5 Juli 2014. Sebanyak 49 mentor ikhwan dan 29 mentor akhwat
yang lolos screening mentor. Ada peningkatan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya.
Mentor-mentor baru yang bertugas pada Menwa 2014 semuanya adalah hasil
screening BPM, sehingga mudah untuk dikondisikan. Untuk menutupi kekurangan
mentor, BPM meminta bantuan mentor-mentor tahun 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar