Minggu, 05 April 2015

Open Recruitment Mentor



9-22 Juni 2014. Selang waktu yang digunakan untuk Open recuitment (oprec) yaitu pendaftaran mentor baru 2014. Oprec mentor merupakan program kerja pertama BPM. Yang bertujuan untuk mencari mentor-mentor baru yang akan bekerja dalam kegiatan mentoring 2014. Selain itu, BPM juga membuka pendaftaran ulang untuk mentor-mentor lama yang ingin menjadi mentor kembali di tahun 2014.

Oprec mentor 2014 mendapatkan pencapaian yang luar biasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terdapat lebih dari 120 mentor yang mendaftar. Jumlah tersebut total dari ikhwan dan akhwat. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi faktor kenapa banyak calon mentor yang mendaftar. Berikut adalah hal-hal yang dilakukan selama dibukanya pendaftaran mentor 2014 :

Kaget

Pagi itu, Hari Minggu 22 Maret 2015.

Selepas mengecek musala Annahl, aku yang baru saja datang ke kampus langsung menuju Hall D4, tempat yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Seminar dengan Teuku Wisnu. Aku sudah berniat untuk datang lebih awal sebelum waktu perjanjian panitia. Tepatnya pukul 05.30 WIB, karena aku ingat panitia Seminar di malam sebelumnya berkata akan meneruskan persiapan di waktu pagi.

Kulaju motor matic ku ke arah Hall D4. Fokus, tetapi tiba-tiba pandanganku teralihkan oleh sebuah banner besar berwarna ungu yang terpasang di depan tempat parkir kampus. Banner yang sudah sering aku lihat kalau sudah memasuki Bulan Maret-April. Ya, banner publikasi kampanye, yang menampilkan calon-calon Ketua Himpunan, kali ini dari HimaMMB. Banner kedua yang terpasang setelah Himpunan IT. 

Aku kaget melihatnya. Bukan karena waktu yang cepat daripada himpunan lain, melainkan calon-calon yang terpampang di sana. 2 pria dan 1 wanita. Komposisi yang sama seperti tahun kemarin. Dan yang benar-benar membuatku kaget dan tersenyum-senyum sendiri adalah, aku kenal mereka bertiga.

Mereka bertiga adalah mentor. Mentor yang bertugas di mentoring wajib 2014 kemarin, mentor yang dijaring dan dinaungi oleh BPM. Karena aku sedikit ragu terhadap 1 calon wanita tersebut, dia mentor atau tidak, aku langsung mengecek di grup FB Mentoring Engineering. Dan memang dia adalah seorang mentor.

Seperti sebuah impian yang terwujud. Mentor akan ada yang menjadi kahima, peluangnya bukan 1/3, 1/2 atau kurang dari 1. Tetapi peluangnya adalah 1 (satu), atau pasti ketua himpunan berasal dari mentor, karena calon-calonnnya adalah mentor.

Semoga setelah ini apa yang BPM rencanakan dapat terwujud dengan baik, walaupun sampai saat ini aku masih merasa kaget.

Evaluasi Struktur BPM 14/15



Sebenarnya struktur BPM14/15 dengan konsep Wakil Direktur memiliki keunggulan dibandingkan dengan konsep Kabiro (Kepala Biro). Namun dengan kondisi BPM yang sekarang, penggunaan konsep tersebut terbukti tidak ideal dan memiliki banyak kelemahan. Sebelum aku menjelaskan keunggulan dan kelemahan sistem ini, ada baiknya aku tuliskan terlebih dahulu alasan dan penjelasan mengenai struktur BPM yang sekarang.

Struktur BPM yang sekarang :

Evaluasi Mentoring Lanjutan Ikhwan 2014

Evaluasi Mentoring Lanjutan Ikhwan 2014 :

1.       Kelompok tidak bisa tetap, slalu berubah dan tidak ada pemberitahuan kepada BPM
Mentoring lanjutan adalah level selanjutnya dari mentoring wajib. Jika kelompok mentoring wajib adalah teman satu kelas, maka kelompok mentoring lanjutan (menla) berbeda, di dalam satu kelompok menla tidak saja tidak satu kelas, tapi juga mungkin dari jurusan yang berbeda. Maka kondisi di lapangan sering terjadi perubahan kelompok menla. Ada yang menambahkan anggota kelompok dari satu kelasnya, ada yang sama sekali tidak dikabari jika ada menla, ada yang berpindah kelompok menla. Karena ini bukan wajib, maka mudah saja terjadi perbedaan kelompok tersebut. Karena menla adalah pilihan, maka ada dari peserta menla memilih untuk lanjut atau tidak.

2.       Tidak ada kurikulum
Berbeda dengan mentoring wajib, menla yang terlaksana di kampus pada tahun 2014 tidak memiliki kurikulum. Karena BPM waktu itu ter­-mindset untuk memberikan kuasa penuh menla kepada mentor, sehingga kurikulum atau materi merupakan hak dari mentor. Mentor dapat memberikan materi apapun. Kondisi ini ternyata tidak baik untuk sebuah mentoring, karena tidak bisa menilai sejauh mana pencapaian sebuah kelompok menla.